Kali ini saya akan
berbagi pengalaman tentang apa yang harus diperhatikan dalam proses belajar dan
mengajar. Sebelum melakukan proses belajar mengajar terlebih dahulu kita
harus mempunyai yang namanya Metode, Teknik dan juga Strategi.
“Ok…. to the point saja
kita langsung ke pokok pembahasan”
Pengertian secara umum
Metode, Teknik dan Strategi
Metode yaitu Metode
berasal dari Bahasa Yunani methodos yang berarti cara
atau jalan yang ditempuh.Metode yaitu menyangkut masalah cara kerja untuk
dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan.
Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan, atau bagaimana cara
melakukan atau membuat sesuatu.
Jadi Pengertian Metode
dalam mengajar belajar itu merupakan cara (alat) yang dilakukan oleh seorang
pendidik atau seorang guru kepada naradidik pada saat mengajar.
Teknik atau rekayasa adalah
penerapan ilmu dan teknologi untuk menyelesaikan
permasalahan manusia. Hal ini diselesaikan
lewat pengetahuan, matematika dan pengalaman praktis
yang diterapkan untuk mendesain objek atau proses yang
berguna.
Jadi Pengertian Teknik
dalam proses mengajar belajar itu adalah cara yang dipakai dalam menyelesaikan
suatu tugas.
Strategi adalah
pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan,
perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam
kurun waktu tertentu.
Jadi metode,teknik dan
strategi itu sangat erat hubungannya, karena metode itu bagian dari teknik dan
teknik itu merupakan bagian dari strategi.
Metode itu adalah alatnya,
teknik itu adalah cara
penerapan/cara belajar
dan strategi itu adalah
pemilihan cara penerapan yang cocok untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran.
Cara Mengajar dan
Belajar Anak SD
Anak TK atau SD yang
pertama harus kita ingat adalah perbanyak melakukan kegiatan yang menarik, yang
artinya 75% bermain dan 25% belajar(materi dan interaktif). Nah sekarang
bagaimana caranya agar mereka bisa menangkap pelajaran yang kita berikan, yaitu
dengan cara menyisipkan pelajaran itu sendiri dipermainan yang akan mereka lakukan.
Misalnya sambil bermain kelereng kita sisipkan pelajaran tentang berhitung,
dengan cara menghitung semua kelereng yang mereka punya.
Jadi metodenya disini
adalah kelereng, tekniknya adalah belajar berhitung dan strateginya adalah
bermain kelereng sambil belajar berhitung.
Cara Mengajar dan
Belajar Anak SLTP
Pertama yang harus kita
ingat adalah anak SLTP secara umum masih mempunyai sikap kekanak-kanakan
artinya mereka itu setengah remaja dan setengah anak-anak, jadi system yang
kita pakai adalah 50% bermain atau bercanda dan 50% belajar (Materi dan
Interaktif). Contohnya seperti bercanda pada saat siswa lagi serius dalam
menerima materi atau mengajak mereka bermain.
Cara Mengajar dan
Belajar anak SLTA
Untuk anak SLTA
sebenarnya tidak ada yang nama istilahnya bermain atau pun bercanda yang
artinya mereka harus 100% belajar full di meja belajar atau di luar lingkungan
sekolah. Kenapa harus demikian, karena anak SLTA itu memasuki masa antara
Remaja ke Dewasa. Yang artinya rasa keingintahuan pada diri mereka yang cukup
tinggi membuat mereka ingin selalu mencoba kesegala hal-hal yang mereka anggap
menarik atau menantang.
Sehingga membuat kita
mempunyai pertimbangan sebagai berikut :
Karena mereka masih
dalam memasuki antara remaja ke dewasa otomatis sifat ke remajaan ya
paling tidak masih adalah walaupun itu Cuma sedikit dan hal tersebut tidak bias
untuk membuat kita menerapkan harus 100% terus belajar. Tetapi cara untuk
memberikan materi ke mereka adalah dengan strategi 90% belajar (materi dan interaktif)
dan 10% bercanda.
Cara Mengajar dan
Belajar anak Kuliahan
Untuk anak Kuliahan
sebenarnya sama dengan anak-anak SLTA tetapi kita harus lebih interaktif lagi
kepada mereka, contohnya seperti Tanya jawab atau yang lain sebagainyalah yang
penting mereka semua aktif dalam pembahasan suatu materi atau pun masalah. Dan
dengan pertimbangan kejenuhan suasana jadi lebih baik kita menggunakan strategi
95% Belajar ( 60% materi + 35% Interaktif ) dan 5% bercanda (sekedar membuat
suasana tidak terlalu jenuh saja).
Cara Mengajar dan
Belajar Para Guru
Untuk para guru pada
umumnya tidak jauh beda dengan anak SLTA dan anak Kuliahan yang harus full 100%
belajar (materi dan interaktif) tp dengan beberapa hal pertimbangan
seperti, keingin lebih tahuan secara lebih mendalam agar para guru
nantinya bisa memberikan yang terbaik kepada anak didiknya maka oleh sebab itu,
sebaiknya kita menggunakan strategi 90% belajar (50%materi dan 40 % interaktif)
serta 10% bercanda (untuk menghiudpkan suasana dalam belajar mengajar).
Catatan Penting :
- Sebelum kita menerapkan metode, teknik dan juga
strategi dalam belajar mengajar sebaiknya kita terlebih dahulu melihat
seperti apa karakter orang-orang yang akan kita berikan materi dan
bagaimana cara mereka menanggapi materi itu sendiri, agar tujuan dari
proses mengajar dan belajar bisa berjalan dengan baik.
- Target, dalam proses belajar dan mengajar kita harus
mempunyai target . yang tujuannya adalah untuk memaksimalkan proses
belajar mengajar kita dan agar materi yang kita berikan tidak jauh ketinggalan
antara yang satu dengan yang lain, sehingga untuk proses Evaluasi kita
bisa menyetarakan materi yang kita berikan kepada mereka semua.
- Seandainya dari metode,teknik dan juga strategi kita di
dalam lingkungan belajar hasilnya tidak begitu memuaskan, jangan pernah
untuk menyerah tapi cobalah dengan memberikan metode,teknik dan juga
strategi baru agar tujuan belajar dan juga mengajar bisa terwujudkan.
- Metode, Teknik dan juga Strategi belajar mengajar ini,
bisa digunakan oleh siapa pun, baik itu pengajar (guru/pelatih) dan juga
siswa itu sendiri.
Semoga saja ini semua
bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian dan proses belajar mengajarnya bisa
mencapai tujuan yang lebih baik lagi.
